Adalah Rifqi al Farisy, seorang anak yang ditunjuk Tuhan untuk mengajari orang lain tentang arti tiga kata yang mudah diucapkan tapi sulit untuk dilakukan. Ya...dia ditunjuk Tuhan untuk membuat orang lain sadar tentang pentingnya syukur, sabar dan ikhlas. Melihatnya, orang yang masih sehat hati nuraninya, akan sontak berfikir betapa bersyukurnya kita diberi kesehatan jasmani dan rohani. Melihatnya, orang akan terinspirasi betapa sabar dan ikhlasnya dia menerima cobaan dari Tuhannya yang Maha Kasih. Setelah beberapa operasi tumor wajah yang telah dijalaninya, kini Rifqi al Farisy, tetap dengan rasa percaya dirinya yang besar, siap melanjutkan studinya yang sempat tertunda, dan dia telah berhasil menginspirasi orang-orang di sekitarnya untuk terus bersyukur atas segala kenikmatan, bersabar atas segala ujian dan cobaan, dan ikhlas menerima takdir apa pun yang digariskan Tuhan pada hambaNya. Thank you, Rifqi.. you will be a great man someday. Amin.
KKM (2)
Dengan adanya KKM, diharapkan siswa mempunyai semangat belajar yang lebih baik karena mereka harus melampaui standar nilai tertentu. Tetapi masalahnya adalah tidak semua siswa mampu melampaui kriteria tersebut walaupun mereka sudah belajar dengan sungguh-sungguh. Bukankah kita tidak bisa mengharapkan seorang siswa mumpuni di semua bidang studi? Setiap siswa adalah unik. Mereka mempunyai kelebihan dan kekurangan di bidangnya masing-masing. Adalah sangat manusiawi kalau seorang siswa menonjol di penguasaan Bahasa asing, misalnya, tetapi dia sangat lemah di matematika, atau seseorang lemah di hampir semua bidang studi, tetapi dia sangat berbakat dalam mendesain pakaian, atau menyanyi, atau hal-hal lain yang tidak dipelajari di sekolah. Meminjam istilah Howard Gardner, kita mengenal adanya multiple intelligence, di mana setiap orang mempunyai sisi intelegensi yang berbeda-beda. So, menuntut siswa untuk mencapai KKM di semua bidang studi sung...
mashaAllah maam bacanya jadi sediih, semoga dek rifqi bisa kembali sehat wal afiat aamiin
BalasHapus